Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Augmented Reality, inovasi teknologi Virtual masa depan

Nama teknologi Augmented Reality (AR) mungkin tidak terlalu terdengar familiar bagi sebagian orang, karena secara umum orang menyebutnya Virtual Reality (VR). Memang sekilas terlihat sama, tapi jika diperhatikan kembali terdapat banyak perbedaan.

Augmented Reality (AR) adalah metode penggabungan dimensi maya dan dimensi nyata yang dapat dilihat secara real time dengan menggunakan gadget. Mungkin anda pernah bermain game Pokemon Go. Dalam game tersebut memanfaatkan AR agar game dapat dimainkan.

Augmented reality

Contohnya ketika sedang mencari pokemon yang bersembunyi sampai ke kolong meja, saat ketemu kita menangkapnya dengan menggunakan Pokeball. Nah, kolong meja yang digunakan pokemon bersembunyi itu adalah dimensi nyata, sedangkan Pokemon dan Pokeball adalah dimensi maya yang hanya terlihat dalam Handphone saja.

Sedangkan untuk Virtual Reality (VR), ini lebih ke pengalaman seolah-olah memasuki realitas baru dalam dunia maya. Seperti simulasi pesawat terbang, atau game balapan mobil virtual. Atau menggabungkan VR Box dengan Smartphone yang memenuhi syarat, sudah bisa menjadi mesin VR.

Pengembangan AR sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1950an oleh Morton Helig seorang sinematografer asal Amerika yang menciptakan Simulator Sensorama. Kemudia pada tahun 1966 Ivan Shuterland menemukan Head Mounted Display, yaitu kacamata AR pertama kali dalam sejarah.

Beberapa tahun berlalu teknologi AR sudah mengalami banyak perubahan, sampai pada tahun 1992 AR digunakan untuk membantu memperbaiki pesawat boeing dan beberapa juga memperkenalkan sebagai Virtual Fixtures, dan Prototype AR.

Tujuh tahun kemudian tepatnya, 1999 Hirakozou Kato mengembangkan AR Toolkit di HITLab yang kemudian teknologinya dilakukan pengembangan kembali menjadi FLART Toolkit yang berbentuk Flash pada tahun 2009 oleh Saqoosa. Dan pada tahun 2010 Iphone 3GS menggunakan AR dalam sistemnya.

Perangkat AR dapat berfungsi apabila beberapa data tertentu sudah disediakan seperti gambar, video, atau animasi 3D. Sehingga pengguna dapat melihatnya dalam dunia virtual. Cara kerja Augmented Reality (AR) ini dengan memproyeksikan gambar 3D yang terdapat pada gagdet atau kacamata AR (biasanya berupa animasi 3D) ke permukaan nyata, seolah-olah keduanya menjadi satu.

Baca juga : 5 Aplikasi Video Call terbaik yang bisa digunakan lebih dari 4 Orang

Augmented Reality menggunakan teknologi Simultaneous Localization and Mapping (SLAM), sensor serta pengukur kedalaman sebagai sistem untuk menyesuaikan jarak antar objek atau penyesuaian lainnya sehingga gambar dapat dilihat secara sempurna.

Penggunaan Augmented Reality untuk membantu manusia seperti dalam bidang kedokteran dibutuhkan pencitraan untuk melakukan simulasi dan identifikasi dalam melakukan operasi atau membuat vaksin. Dalam bidang entertaiment juga dibutuhkan untuk menampilkan efek sebagai pelengkap informasi, seperti dalam sebuah berita yang menayangkan prakiraan cuaca dimana animasi curah hujan dapat dilihat oleh penonton secara digital.

Atau dapat juga digunakan untuk simulasi militer dalam latihannya untuk meningkatkan kemampuan tempur para tentara. Dan beberapa bidang lain yang memungkinkan perlu menggunakan teknologi AR ini seperti Desainer, Robotika bahkan Gamer.

Beberapa aplikasi untuk smartphone Android saat ini banyak yang menggunakan teknologi AR, baik itu untuk mencari kecocokan barang seperti IKEA Place, mengamati bintang-bintang seperti Sky Map, bermain game seperti Pokemon GO, atau sebagai filter kamera sperti beberapa fitur kamera dalam instagram.

Jenis-jenis teknologi AR yang paling umum digunakan antara lain Marker Based AR untuk scan QR code, Markerless untuk pendukung dalam GPS, Projection Based AR untuk memproyeksian cahaya buatan seperti hologram, Superimposition Base AR untuk menempatkan posisi barang sebelum dibeli seperti dalam aplikasi IKEA.


Post a Comment for "Augmented Reality, inovasi teknologi Virtual masa depan"